Kasus Home Industri Narkotika Jenis Tembakau Gorila Berhasil Diungkap Sat Res Narkoba Polresta Bogor Kota

Kasus Home Industri Narkotika Jenis Tembakau Gorila Berhasil Diungkap Sat Res Narkoba Polresta Bogor Kota

KOTA BOGOR, - Sat Res Narkoba Polresta Bogor Kota berhasil menangkap 3 orang tersangka produsen home industri narkotika jenis tembakau sintetis (gorila) di 2 lokasi wilayah Kec.Bogor Timur dan Kab. Bogor. Ketiga tersangka ini berinisial DR, MRD dan RS.

Pengungkapan kasus home industri narkotika jenis tembakau sintetis ini bermula dari penangkap tersangka MRD di kawasan Jl. Raya Tajur, Kec. Bogor Timur, Kota Bogor. Dari penangkapan tersebut, Polisi mendapatkan barang bukti narkotika jenis sabu dalam ukuran 1 bungkus plastik klip kecil.

Selanjutnya Polisi melakukan pengembangan dengan melakukan memeriksa ke rumah kontrakan tersangka MRD di Kp. Tikar Desa Ciawi, Kec. Ciawi Kab. Bogor. Dari dalam rumah kontrakan tersangka didapati tersangka lainnya (DR) yang tak lain adalah pemesan barang haram tersebut.

Polisi pun langsung memeriksa tersangka DR. Hasil nya, Polisi malah menemukan narkotika jenis tembakau sintetis sebanyak 30 bungkus plastik klip dengan total berat 30 gram.

Kemudian team Sat Narkoba Polresta Bogor Kota yang dipimpin Kasat Narkoba menggeledah seluruh isi rumah kontrakan tersangka MRD. Dalam penggeledahan tersebut Polisi menemukan alat produksi pembuat tembakau sintetis dalam sebuah lemari.

  • Alat produksi yang berhasil diamankan antara lain,
  • 1 buah alat pres,
  • 3 buah gelar ukur,
  • 1 buah alat pemanas,
  • 2 botol Ethanol,
  • 2 botol Glycero,
  • 2 bungkus kertas besar dan,
  • 11 bungkus tembakau sintetis yang sudah siap edar.

Dari pengakuan tersangka MRD, barang-barang tersebut adalah milik kakak nya (RS).

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro mengatakan, berawal dari pengungkap kasus Narkotika tembakau gorila dalam ukuran kecil. Dari sini Sat Res Narkoba Polresta Bogor Kota kemudian melakukan pengembangan.  Dan hasilnya ditemukan dalam kontrakan tersangka alat-alat produksi home industri narkotika jenis tembakau sintetis.

“ Tembakau Gorila ini dipasarkan menggunakan modus online dengan akun IG GGOLDENSTUF milik tersangka RS, ” ujar Susatyo kepada wartawan saat menggelar konferensi Pers di depan pertokoan Shangrilla Sukasari, Kamis (29/4) pukul 15.30 WIB.

Kapolresta menjelaskan bahwa tembakau sintetis masuk dalam jenis narkotika sesuai berdasarkan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Permenkes RI No.04 Tahun 2021 tentang perubahan penggolongan Narkotika.

Lanjut Susatyo menerangkan, Ganja dan Tembakau Gorila efek nya tidak jauh beda. Di mana ganja sifat nya alami sementara tembakau gorila adalah sintetis yang pembuatannya dengan cara penyemprotan menggunakan cairan zat kimia.

Kepada ketiga tersangka ini Polisi menjerat mereka dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Permenkes RI No.04 Tahun 2021 tentang perubahan penggolongan Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun atau denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000 ( Satu Milyar) Rupiah.

( LUKY )

KOTA BOGOR
lukman.journalist.id

lukman.journalist.id

Previous Article

Risih  Pekerjaannya Disorot Media, Ketua...

Next Article

GEMASURA Desak Aparat Hukum Segera Periksa...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 148

Postingan Tahun ini: 587

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 64

Postingan Tahun ini: 1017

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 55

Postingan Tahun ini: 199

Registered: Jan 24, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 53

Postingan Tahun ini: 542

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Azhar Harahap

Akhirnya Terjawab Sudah, MK Terima Gugatan  Dan Mengadili Perkara PSU Pilkada 2020
Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Pelaku Pembakar Rumah Di Desa Gancang Dijerat Pasal 178 KUHP Ancaman Penjara 12 Tahun
Aneh, Oknum Bendahara DPRD Jeneponto Bawa Kabur Uang Negara Rp500 Juta, Sekwan: Itu Alami Tak Perlu Dipersoalkan
banner

Follow Us

Recommended Posts

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia Diperiksa Penyidik Jampidsus Terkait Dugaan Korupsi Pada PT. ASABRI
Kunker Virtual, Jaksa Agung Tegaskan Jangan Mudik
Jampidsus Limpahkan Laporan Hasil Penyelidikan Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Bantuan Benih Jagung Pada Penyidik Kejati Lampung
Dinilai Tidak Transparan, Bupati Bogor Wajib Evaluasi Kinerja Sekda
OTT Bupati Nganjuk,  Humas Polri: Wujud Sinergitas KPK dan Polri