Perkuat PPKM Mikro, Ganjil-Genap di Kota Bogor Ditiadakan 2 Minggu

Perkuat PPKM Mikro, Ganjil-Genap di Kota Bogor Ditiadakan 2 Minggu

KOTA BOGOR, - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyepakati beberapa kebijakan baru saat Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Penanganan Covid-19 di Posko Satgas Covid-19, Gedung Eks DPRD, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Selasa (2/3/2021).

Kebijakan yang disepakati diantaranya dua Minggu tidak ada Ganjil Genap (Gage) dan memperkuat PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, setelah mengevaluasi data seminggu terakhir, yang mana dari semua indikator, data-data menunjukkan tren baik. Mulai dari angka kasus aktif Covid-19 turun dari 1.339 (11, 7 persen) menjadi 1.181 (9, 8 persen).

Angka kesembuhan naik dari 9.932 (86, 7 persen) menjadi 10.698 (88, 6 persen). Angka kematian turun menjadi 1, 6 persen dari sebelumnya 1, 7 persen dan angka ketersediaan tempat tidur (BOR) di Rumah Sakit juga turun dari 48, 5 persen menjadi 44, 2 persen.

"Dari semua indikator semakin membaik, ini tidak saja dampak dari vaksin yang mungkin sudah mulai bekerja, tetapi juga dampak dari berbagai macam kebijakan Pemkot dan Forkopimda, seperti PPKM Mikro dan Ganjil Genap, " ujar Bima Arya.

Wali Kota menuturkan, karena langkah-langkah kebijakan Pemkot selalu terukur berdasarkan data-data, maka pihaknya selama dua Minggu ke depan meniadakan Ganjil Genap sembari mengevaluasi. Hal ini agar rem dan gas dilakukan tepat sesuai data-data.

"Jadi ada sedikit relaksasi ke depan untuk mendorong ekonomi. Di bulan Februari Rata-rata occupancy hotel 54, 87 persen, omset restoran rata-rata menurun 65 persen,   kunjungan ke pasar mulai membaik, jadi dua minggu ke depan tidak ada Ganjil Genap, " jelasnya.

Bima Arya menambahkan, pihaknya juga sepakat untuk lebih memperkuat lagi PPKM Mikro. Mulai dari posko, memperkuat koordinasi di lapangan serta akan ada simulasi khusus dengan 36 lurah baru bersama Satgas Covid-19 Kota Bogor.

"Setiap dua minggu semua dievaluasi. Jam operasional tetap tidak berubah, karena instruksi menteri jam 21.00 WIB restoran tutup, " imbuhnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro mengatakan,   terkait dengan pelaksanaan Ganjil Genap, karena sudah ada tren penurunan dan juga perlu relaksasi ekonomi untuk semua pelaku usaha di Kota Bogor.

Sehingga dua Minggu ke depan tidak ada Ganjil Genap dengan catatan relaksasi ini tidak membuat masyarakat Kota Bogor menjadi tidak disiplin.

"Kalau angka (kasus Covid-1)) naik lagi, maka dua minggu ke depan akan kembali kami laksanakan Ganjil Genap, " tegasnya.

Kapolresta menuturkan, dalam memperkuat PPKM Mikro akan semakin dilibatkan Polisi RW dan ASN pendamping RW. Hal ini agar pada tingkat RT dan RW semakin berdaya dengan dukungan dinas, TNI dan Polri untuk bisa menekan penyebaran Covid-19 di tingkat lingkungan.

"Klaster perumahan dan klaster lingkungan hasil evaluasi kita menurun, semoga tetap bisa dipertahankan standar protokol kesehatan di daerah pemukiman, " terangnya.

Ia menambahkan, meski tidak ada Ganjip Genap, pihaknya masih melakukan pemantauan dengan tetap memberlakukan Crowd Free Road. Pasalnya, jika ada ruas jalan yang padat akan dilakukan penutupan sementara ataupun cara lain untuk mengurangi kepadatan.

"Terbukti setiap pelaksanaan Ganjil Genap, ada penurunan tempat kerumunan, " pungkasnya.

Untuk Diketahui :

  • Angka Kesembuhan Kota Bogor naik dan lebih tinggi dari angka Jawa Barat (88, 5 persen), namun lebih rendah dari Nasional (89, 7 persen).
  • Angka kematian Kota Bogor Minggu ini lebih tinggi dari angka Jawa Barat (1, 2 persen), namun lebih rendah dari Nasional (2, 8 persen).
  • Angka kasus aktif (masih sakit) Kota Bogor turun dan lebih rendah dari Jawa Barat (18, 9 persen) dan Nasional (12, 2 persen).

Pada periode PSBMK dan PPKM tren penambahan kasus meningkat, namun pada periode PPKM Mikro terjadi penurunan kasus 8 - 28 Februari terdapat 2.437 kasus turun 28, 8 persen dari periode sebelumnya.

Jumlah rata-rata kasus harian Minggu ini turun dibanding minggu lalu dari 113 menjadi 88. Jumlah kasus harian tertinggi 115 dan terendah 90.

Jumlah kasus aktif saat ini 1.181. Diperkirakan jumlah kasus aktif yang memerlukan perawatan di Rumah Sakit 15 persen atau 177 kasus. Dan yang membutuhkan ICU 5 persen atau 59 kasus.

Jumlah Swab di Kota Bogor dari 21-28 Februari 2021 berjumlah 623 tes. Kota Bogor hanya melakukan Swab pada kontak erat yang bergejala.

*Data Kesiapan Rumah Sakit :*

Jumlah Tempat Tidur (TT) isolasi sama dengan minggu lalu 858 TT. BOR RS turun dari 48, 5 persen menjadi 44, 2 persen. Jumlah ICU naik dari 49 TT menjadi 50 TT. BOR ICU Naik dari 63, 3 persen menjadi 68 persen. BOR Lido turun dibandingkan dengan Minggu lalu dari 43 persen menjadi 20 persen. Sementara BOR RS Lapangan turun dari 60, 9 persen menjadi 54, 7 persen.

*Data OTG :*

Data kasus konfirmasi tanpa gejala kumulatif Maret 2020 - 28 Februari 2021, total kasus OTG 2.582 (21 persen), yang masih sakit 103 (4 persen) dan yang masih dirawat saat ini ada 7.

(HMS/LKY)

Kota Bogor
lukman.journalist.id

lukman.journalist.id

Previous Article

Lembaga CBA Soroti Kejanggalan Proyek Galian...

Next Article

Polisi RW di Wilayah Dapat Prioritas Suntik...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 148

Postingan Tahun ini: 587

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 64

Postingan Tahun ini: 1017

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 55

Postingan Tahun ini: 199

Registered: Jan 24, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 53

Postingan Tahun ini: 542

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Azhar Harahap

Akhirnya Terjawab Sudah, MK Terima Gugatan  Dan Mengadili Perkara PSU Pilkada 2020
Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Pelaku Pembakar Rumah Di Desa Gancang Dijerat Pasal 178 KUHP Ancaman Penjara 12 Tahun
Aneh, Oknum Bendahara DPRD Jeneponto Bawa Kabur Uang Negara Rp500 Juta, Sekwan: Itu Alami Tak Perlu Dipersoalkan
banner

Follow Us

Recommended Posts

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia Diperiksa Penyidik Jampidsus Terkait Dugaan Korupsi Pada PT. ASABRI
Kunker Virtual, Jaksa Agung Tegaskan Jangan Mudik
Jampidsus Limpahkan Laporan Hasil Penyelidikan Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Bantuan Benih Jagung Pada Penyidik Kejati Lampung
Dinilai Tidak Transparan, Bupati Bogor Wajib Evaluasi Kinerja Sekda
OTT Bupati Nganjuk,  Humas Polri: Wujud Sinergitas KPK dan Polri